alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Di Ujung Pesta Liga Inggris, Liverpool Justru Merana

Yova Adhiansyah
Di Ujung Pesta Liga Inggris, Liverpool Justru Merana
Di ujung pesta yang sudah direncanakan dengan matang, pasukan Juergen Klopp justru merana lantaran gagal mengunci gelar juara / Reuters

LIVERPOOL - Liverpool mengalami nasib yang kurang beruntung di pekan terakhir Liga Inggris musim 2018/2019.

Pesta kemenangan yang sudah direncanakan dengan matang, pasukan Juergen Klopp justru merana lantaran gagal mengunci gelar juara.

Pada pertandingan terakhir di Liga Inggris musim ini, Liverpool sebenarnya sukses mengalahkan Wolves dengan skor 2-0 di Stadion Anfield, Minggu (12/5) malam WIB. Hanya saja, Manchester City merusak pesta kemenangan The Reds.
Di Ujung Pesta Liverpool Merana



Dalam matchday ke-38 Liga Inggris yang digelar serentak itu, City sukses menjinakkan tuan rumah Brighton Hove Albion dengan skor meyakinkan 4-1. Klub berjuluk The Citizens secara otomatis keluar sebagai jawara Liga Primer musim ini dengan mengoleksi 98 poin atau memertahankan keunggulan satu angka dari rival terdekatnya Liverpool.

Pil pahit, yang menimpa Liverpool seolah mengingatkan penikmat sepak bola dengan peristiwa kelam yang dialami Liverpool pada 2009 lalu. Saat itu, Manchester United yang menjegal langkah para pemain Si Merah menuju panggung juara Liga Inggris.

Kendati upaya Liverpool mengakhiri dahaga gelar sejak musim 1989/1990 selalu terganjal oleh duo Manhester, namun semangat Mohamed Salah dkk patut diacungi jempol. Betapa tidak, Liverpool sukses memberikan perlawanan yang luar biasa buat sang jawara Liga Inggris musim ini.

Sejak dikalahkan City pada Januari lalu, Liverpool mampu menempel perolehan poin musuh bebuyutannya itu dengan belum terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhir. Sehingga tak aneh jika setiap pekannya pergantian posisi di puncak klasemen selalu terjadi.

Stempel sebagai runner up terbaik di Liga Primer pun layak diterima Liverpool, karena jika mengacu pada sejarah kompetisi sepak bola Inggris belum ada klub yang berada di posisi kedua pada klasemen akhir mampu meraih 97 poin. Satu hal menarik lainnya adalah Si Merah merupakan klub populer di mata stasiun televisi penayang pertandingan Liga Inggris (Sky Sports dan BT Sport) musim ini.

Sebanyak 29 pertandingan Liverpool ditayangkan secara langsung oleh dua stasiun televisi tersebut. Menurut laporan DailyMail, setiap penayangannya klub dapat menerima minimal 12,5 juta poundsterling. Selain itu, mereka juga mendapatkan 1,2 juta pound per laga lantaran ditayangkan lebih dari 10 kali.

Liverpool mendapatkan sekira 33,5 juta pound. Sementara hadiah uang Liverpool dari posisi terakhir di klasemen Liga Inggris 2018-2019 diperkirakan sebesar 36,7 juta pound. Total, Liverpool diperkirakan mendapatkan hadiah sebesar 149,5 juta pound atau sekitar 2,8 triliun rupiah.

Tak salah jika perjalanan anak asuh Klopp di musim ini akan dikenang. Kini, Liverpool harus bisa melupakan kekecewaan di Liga Inggris. Pasalnya, masih ada satu gelar yang bisa dijadikan sebagai kado istimewa buat penggemar.

Kado spesial yang dimaksud tersebut adalah trofi Liga Champions. Ya, Liverpool bisa membawa gelar itu dari Madrid ke Inggris jika mereka mampu mengalahkan Tottenham Hotspur pada laga final yang berlangsung 2 Juni mendatang.



(vhs)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif