alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Usai Lihat Berita Bom Bunuh Diri, Rudi Serahkan 2 Anaknya ke Densus 88

M Andi Yusri
Usai Lihat Berita Bom Bunuh Diri, Rudi Serahkan 2 Anaknya ke Densus 88
Rudi Suharto, ayah dari Aris, Fadil, dan Andre. Ketiganya merupakan rekan terduga bom bunuh diri, RMN. Foto/Istimewa

MEDAN - Setelah menyaksikan tayangan televisi berita bom bunuh diri terjadi di Mako Polrestabes Medan di televisi, dua kakak beradik diserahkan Ayahnya, Rudi Suharto (52) ke Densus 88.

Penyerahan dilakukan melalui kepala lingkungan (Kepling), Kamis (14/11/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Rudi Suharto mengatakan anaknya Andre (21) menghilang sejak mengetahui kabar aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019). Sedangkan dua orang anaknya yakni Aris (27) dan Fadli (23) sudah diserahkan ke tim Densus 88 melalui Kepling.



"Setelah mendengar sekilas, rupanya Andre pergi ke kolam. Entah bagaimana, dia pulang pas saya lagi di kandang kambing. Dia ambil pakaian dan pergi tidak pulang-pulang sampai sekarang," ujarnya saat ditemui di Rumahnya di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Jumat (15/11/2019)

Dikatakan Rudi, sore setelah kejadian tepatnya Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, dia menonton televisi dan sekilas melihat wajah RMN di televisi. Dia merupakan orang yang pernah melintas dan bertegur sapa dengan dirinya. Dia juga mengaku kenal RMN dari anak-anaknya.

"Jadi waktu kejadian sore itu saya ke gubuk. Sekitar pukul 15.00 WIB, saya pulang kerumah dan buka TV. Pas lihat TV nampak sketsa pelaku. Tapi karena mata saya kurang jelas melihat gambar TV goyang-goyang, jadi enggak terlalu curiga. Dia sering kemari dan kadang-kadang main mereka sama. Dia lebih sering datang siang," ungkapnya.

Tiba malam hari, sekitar pukul 20.30 WIB, Rudi membawa kedua anaknya Fadli dan Aris ke rumah kepala lingkungan (Kepling) setempat. Sedangkan seorang anak lainnya bernama Andre tidak nampak lagi saat Maghrib, setelah dia sempat pulang untuk mengambil makan pada sore hari.

"Anak saya memang tidak saya kasih lari. Sempat saya tanya kok bisa kayak gini kalian. Kan bapak suruh ngaji bagus-bagus. Saya bilang kalian harus bertanggung jawab. Karena sampai kapanpun kalian lari pasti akan dicari terus," terang Rudi.

Tak lama kemudian sekitar pukul 21.00 WIB petugas kepolisian datang ke rumah Kepling dan setelah dilakukan interogasi akhirnya sekitar pukul 22.00 WIB Aris dan Fadli akhirnya diamankan petugas kepolisian. "Anak saya diamankan di rumah Kepling. Karena Kepling kemarin minta untuk cari informasi. Dia sempat bilang cemana kok bisa kayak gini kalian. Sampai akhirnya tadi malam polisi datang jemput kedua anak saya. Sedangkan satu lagi anak saya lainnya tidak nampak sejak sore," terangnya.

Rudi menambahkan selama ini sejumlah teman dari anak-anaknya kerap ke kolam ikan mereka. Tak hanya itu, tak lama setelah beredar kabar bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, dia juga melihat ada rekan anaknya yang datang ke kolam tambak mereka. "Tapi nggak lama karena orang itu (teman anaknya) pergi," ucapnya.

Dikatakannya, sudah satu tahun terakhir ketiga anaknya ikut di dalam kegiatan agama. Sebelum dilakukan penangkapan, polisi sempat meminta keterangan soal anaknya siapa saja namanya. "Mungkin kalau enggak ada kejadian kemarin, saya tidak tahu aslinya pengajian mereka seperti ini," tambahnya.



(vhs)

loading...