alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kodam Investigasi Kematian Serda Imam Prajurit Yonif 122 TS saat Latihan Beladiri

M Andi Yusri
Kodam Investigasi Kematian Serda Imam Prajurit Yonif 122 TS saat Latihan Beladiri
Kodam I/BB membentuk dan menurunkan tim investigasi untuk menindaklanjuti kematian prajurit Yonif 122 TS, Serda Imam Berkat Gea saat latihan beladiri. (Foto/SINDOnews/M. Andi Yusri)

MEDAN - Kodam I Bukit Barisan (BB) membentuk dan menurunkan tim investigasi untuk menindaklanjuti kematian prajurit Bataliyon Infanteri (Yonif) 122 TS, Serda Imam Berkat Gea saat latihan bela diri.

Tewasnya prajurit Kompi B Yonif 122 TS bernama Serda Imam Berkat Gea menjadi perbincangan. Pasalnya, Iman tewas saat melakukan latihan beladiri.

Kepala Penerangan (Kapendam) I/BB Kolonel Inf Zeni Djunaidhi mengatakan Kodam I Bukit Barisan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya kekerasan yang terjadi pada Serda Iman. (Baca juga: Serda Iman Meninggal, RSUD Deli Serdang: Kami Tak Temukan Tanda Kekerasan)



"Kematian Serda IBG sedang dalam penyelidikan tim investigasi. Terkait luka di leher korban adalah upaya evakuasi pengawetan jenazah," terangnya di Makodam I Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (12/11/2019).

Dia menjelaskan peristiwa itu berawal Senin (4/11/2019) lalu, saat Serda Imam mengikuti latihan Tarung Derajat di Markas Kompi B Yonif 122 TS, Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).

"Serda IBG mengalami tendangan di dada kiri oleh sparing partnernya dalam beladiri Tarung Derajat. Kemudian dia jatuh, kepalanya kemudian terbentur. Satuan Tugas Berdinas kemudian membawa Serda IBG ke klinik di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai. Nahas nyawa beliau tidak tertolong," ujarnya. (Baca juga: Serda TNI Iman Meninggal saat Latihan, Keluarga Menilai Ada Kejanggalan)
Kodam Investigasi Kematian Serda Imam Prajurit Yonif 122 TS saat Latihan Beladiri

Kemudian, Yonif 122 TS mengabarkan ke pihak keluarga bahwa Serda Imam meninggal dunia. Oleh keluarga kemudian meminta jenazah untuk dibawa ke kampung halaman di Nias.

Selain itu, pihak keluarga pun merasa janggal dengan kematian Serda Imam. Mereka mencurigai soal adanya luka di leher Serda Imam. Permintaan keluarga diamini Yonif 122 TS yang langsung berkoordinasi dengan Kodam I/BB. "Lalu dilakukan evakuasi medis pengawetan, agar jenazah tiba dengan kondisi sebaik-baiknya di rumah duka," jelas Kapendam.

Kapendam menuturkan Kodam I/BB sudah melakukan pendekatan dengan keluarga terkait wafatnya lulusan Seba 2017. Kodam juga tetap melakukan penyelidikan kemungkinan ada pelanggaran hukum atas wafatnya Serda IBG. Upaya hukum pun akan dilakukan apabila Tim Investigasi yang dibentuk menemukan kejanggalan. (Baca juga: Serda TNI Herman Tabuni Tewas Kena Tikam saat Lerai Perkelahian)

Kakesdam I/BB Kolonel dr Sutan Bangun menambahkan upaya pengawetan dilakukan dengan menyuntikkan formalin ke pembuluh Vena besar yang ada di leher jenazah Serda IBG.

"Penyuntikan formalin di leher, agar formalin di pembuluh darah Vena besar bisa menyebar ke seluruh tubuh. Saat evakuasi menggunakan udara ke pulau Nias," paparnya.



(vhs)

loading...