alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Era Revolusi Industri 4.0 Pengaruhi Gerakan Zakat di Indonesia

Vitrianda HIlba Siregar
Era Revolusi Industri 4.0 Pengaruhi Gerakan Zakat di Indonesia
Direktur Pendayagunaan IZI Nana Sudiana (kanan) dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Muhammad Fuad Nasar (kiri) dalam peluncuran buku Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0. (Foto/SINDOnews/Vitrianda)

JAKARTA - Gelombang era Revolusi Industri 4.0 sudah tak terbendung arusnya dan ternyata  mempengaruhi dan menyebabkan sejumlah perubahan dalam gerakan zakat di Indonesia.

Kehadiran era 4.0 yang disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, menyebabkan banyak hal dalam kehidupan manusia berubah.

Momentum yang juga disebut era revolusi industri 4.0 ini pada dasarya bertumpu pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya. Situasi ini dikenal juga dengan fenomena disruptive innovation.



Menghadapi tantangan tersebut, para amil di gerakan zakat lndonesia mau tidak mau harus beradaptasi untuk bisa terus sukses dan lincah (agile) mengawal dan membersamai gerakan zakat Indonesia menuju cita-citanya, yakni mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejahtera dan memiliki kesadaran ber-Islam dengan baik sesuai dengan ajaran zakat selama ini.

Pembahasan zakat, amil zakat dan terkait Revolusi Industri 4.0 ini dipaparkan secara luas dalam buku "Amil Zakat Easy Going, Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0".
Buku ini ditulis Nana Sudiana selaku Direktur Pendayagunaan  Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) sekaligus Sekjen Forum Zakat (FoZ)

Dalam peluncuran buku itu, Rabu (9/10/2019), Nana menjelaskan, menjadi amil zakat yang baik, amanah dan professional ternyata tak mudah . Diperlukan kesiapan mental dan spiritual yang memadai sehingga seseorang bisa mengemban amanah ini.

Dia juga menyebut menjadi amil zakat, tak cukup hanya bermodal semangat saja, tetapi juga harus memiliki mental pejuang yang selalu siap berkorban dan mengabdi untuk kebaikan sesama, terutama untuk kalangan masyarakat dhuafa.

"Zakat yang semakin hari semakin meningkat manfaatnya bagi umat tak bisa dipandang sebelah mata pengelolaannya.Ia harus diurus oleh orang-orang yang jujur, amanah dan kreatif. Harus ada jiwa inovatif juga dari para aktivis dan penggerak zakat, sehingga semakin kesini gerakan zakat semakin sesuai zaman dan mampu tampil menjadi gaya hidup kelas menengah muslim, bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia," bebernya.

Zakat adalah legacy sekaligus menara kebanggan umat bila dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh. Umat akan bangga bila zakat mewujud kesejahteraan yang nyata dan semakin luas manfaat serta dampaknya bagiumat, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Buku ini hadir untuk memenuhi dua tujuan besaryakni, menjadi referensi amil dan nmenjadi guidance strategi juga landasan moral untuk pegiat dan aktivis zakat Indonesia.

Di tengah gelombang perubahan zaman yang luar biasa, para amil harus memiliki kekuatan lahir dan batin untuk bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan dalam gerakan zakat Indonesia.

Butuh stamina yang kokoh dannafas yang panjang untuk membawa gerakan zakat terus naik kelas dan berada dalam posisi terbaiknya untuk membantu menjadikan gerakan ini sebagai solusi persoalan umat.



(vhs)

loading...
Berita Terkait