alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Mobil Tabrak Toko Hijab 12 Luka, Dianggap Bukan Terorisme

Muhaimin
Mobil Tabrak Toko Hijab 12 Luka, Dianggap Bukan Terorisme
Kondisi toko Hijab House di Australia setelah ditabrak sebuah mobil, Kamis (21/5/2020). Foto/Twitter/Kevin Pollard

GREENACRE - Sedikitnya 12 orang terluka usai sebuah mobil menabrak toko hijab di Greenacre, pinggiran kota Sydney, Australia, Kamis (21/5/2020).

Polisi negara bagian New South Wales (NSW) mengatakan tidak ada indikasi bahwa insiden ini terkait terorisme.

Sejumlah video dari kejadian tersebut menunjukkan Subaru SUV menabrak toko Hijab House.(BACA JUGA: Lagi, Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuh di Florida)



Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan polisi NSW menerima laporan untuk meluncur ke Boronia Road di Greenacre pada pukul 15.15 waktu setempat setelah kecelakaan mobil tersebut.

Pengemudi dan 11 pejalan kaki terluka dalam insiden itu dan sedang dirawat di tempat kejadian. Cedera-cedera yang dialami para korban diyakini tidak mengancam jiwa mereka.

Pemilik pompa bensin di dekat lokasi kejadian, John Makhlouf, mengatakan mobil tersebut melaju melalui persimpangan.

"Saya melihat banyak asap dan mendengar bunyi bip," katanya. "Satu mobil didorong keluar dan mobil yang lain langsung masuk ke toko dan menabrak dan Anda bisa mendengar klakson terus berbunyi," katanya. (BACA JUGA: Diincar Kapal Perang AS, Militer Venezuela Kawal Tanker Iran Kirim Bahan Bakar)

"Sangat beruntung tidak ada yang berdiri di sudut atau menyeberang karena mereka bisa ditabrak.

Menurut layanan ambulans NSW, mereka yang terluka di toko hijab kebanyakan wanita berusia antara 18 hingga 30 tahun.

Asisten Komisaris Polisi Peter Thurtell mengatakan penyebab kecelakaan belum jelas. "Kami tidak tahu apakah ada niat sama sekali pada tahap ini, terlalu dini dalam penyelidikan untuk mengatakannya, tetapi kami akan menjelajahi semua jalan," paparnya.

"Saya sudah melihat rekamannya, cukup jelas dari rekaman dia mendorong kendaraan di depannya cukup keras untuk menyebabkan ban mengepul seperti itu, tetapi apa yang menyebabkan hal itu terjadi saya tidak bisa mengatakannya," ujarnya.



(vit)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak