alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PM Israel Dikartunkan Anjing Petunjuk Trump, NYT Minta Maaf

Muhaimin
PM Israel Dikartunkan Anjing Petunjuk Trump, NYT Minta Maaf
New York Times dalam karikaturnya menggambarkan PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai anjing sosis penunjuk jalan Presdien Amerika Serikat Donald Trump yang buta. Foto/i24news.tv

NEW YORK - Surat kabar The New York Times (NYT) meminta maaf usai menerbitkan karikatur yang dianggap bersifat anti-Semit.

Di surat kabar itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu digambarkan sebagai anjing sosis yang menjadi penunjuk jalan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang digambarkan buta.

Karikatur itu muncul di halaman rubrik opini NYT edisi 25 April lalu. Kartun itu ditampilkan di sebelah kolom penulis dan jurnalis Amerika; Thomas Friedman, tentang imigrasi.



"Sebuah kartun politik dalam edisi cetak internasional The New York Times pada hari Kamis termasuk kiasan anti-Semit, menggambarkan perdana menteri Israel sebagai anjing penuntun dengan kerah Bintang Daud yang membimbing presiden Amerika Serikat yang ditunjukkan mengenakan kopiah," bunyi pernyataan media tersebut.

"Gambar itu ofensif, dan itu adalah kesalahan penilaian untuk menerbitkannya. Itu disediakan oleh The New York Times News dan Sevice Syndicate, yang sejak itu menghapusnya," lanjut pernyataan permintaan maaf media.

Pengelola rubrik opisi NYT melalui akun Tiwtter-nya @nytopinion menyatakan catatan editor terkait karikatur itu akan muncul dalam edisi internasional media tersebut hari Senin (29/4/2019).

Putra Presiden Trump, Donald Trump Jr, mengecam publikasi kartun itu. "Menjijikkan. Saya tidak punya kata-kata untuk anti-Semitisme yang mencolok dipajang di sini," tulis dia di Twitter. "Bisakah membayangkan ini ada di sesuatu selain koran kiri?".

Sementara itu, Komite Yahudi Amerika (AJC) menolak untuk menerima permintaan maaf NYT. "Permintaan maaf tidak diterima," kata AJC melalui seorang juru bicaranya.

"Berapa banyak editor New York Times yang melihat kartun yang tidak akan terlihat aneh di situs web supremasi kulit putih dan menganggapnya memenuhi standar editorial koran?



(vhs)

loading...