alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara

Vitrianda HIlba Siregar
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Kawasan Danau Toba dapat juga dijadikan sebagai area dan sarana berolahraga seperti bersepeda. (Foto/SINDOnews/Dok)

Sumatera Utara (Sumut) menjadi provinsi yang mempunyai sejumlah hal yang menakjubkan. Sebut saja soal keharmonisan antar warga dari lintas etnis dan lintas agama sangat terjaga.

Pun begitu kondusivitas Sumut terpelihara. Kesadaran warganya menangkal isu-isu negatif patut diacungi jempol.Namun sejatinya ada beberapa hal lainnya yang membuat Sumut menjadi unik. Mulai dari keindahan alamnya, hingga peninggalan jejak-jejak sejarah.

Berikut catatan SINDOnews tentang tujuh keunikan yang dapat ditemui di Provinsi Sumut:



1. Danau Toba
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Danau Toba adalah danau alami berukuran besar yang berada di kaldera gunung berapi super. Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mil), dan kedalaman 505 meter (1657 ft).

Danau ini terletak di tengah Pulau Sumatera bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2953 ft). Danau ini adalah danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanik terbesar di dunia. Begitu luasnya Danau Toba hingga terbentang di tujuh kabupaten yang ada di Sumatera Utara yakni Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Karo, Toba Samosir dan Dairi.

Danau ini begitu indah hingga Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba ingin membuat danau ini dan kawasanya seperti Monaco of Asia.  

Namun cerita duka juga tercatat di danau ini. Pada 18 Juni 2018 terjadi musibah tenggelamnya kapal feri di Danau Toba. Bencana ini sekaligus menenggelamkan lebih dari 190 orang.

2. Istana Maimun
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Istana Maimun dibangun oleh Kesultanan Deli pada masa kepemimpinan Sultan Mahmud Al Rasyid pada 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana pada 29 Agustus 2017 resmi terpilih menjadi ikon Kota Medan.

Ikon tersebut didesain penuh warna untuk menunjukkan Kota Medan merupakan kota multietnis. Istana ini terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun yang didesain  oleh arsitek Italia. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 meter persegi dan mempunyai 30 ruangan.

Istana Maimun terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.

Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.

3. Masjid Raya Al-Mashun
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Masjid Raya Al-Mashun atau Masjid Raya Medan merupakan peninggalan bersejarah di Kota Medan yang masih berdiri kokoh. Masjid  ini dibangun pada masa Kesultanan Deli ke-9, Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsjah. Tepatnya pada 1 Rajab1324 Hijriyah atau bertepatan dengan 21 Agustus 1906 Masehi.

Pembangunan masjid ini selesai pada  1909 dan digunakan untuk ibadah salat Jumat pada 10 September 1909. Masjid kebanggaan warga Medan ini mengadopsi desain Timur Tengah, Eropa dan Asia. Bangunannya yang bergaya Eropa, India dan ciri khas Melayu terlihat jelas pada ornamen masjid yang berada di jantung Kota Medan, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara.

Hampir sebagian besar material di Masjid Raya Al-Mashun Medan ini masih asli. Di sisi timur bagian luar, kita akan menemukan tempat wudhu dengan bangunan tua yang masih terawat. Di sisi barat, terhampar makam para raja dan Sultan Deli, termasuk Sultan pertama pendiri Masjid dan makam Sultan Deli terakhir.

Saat memasuki bagian dalam masjid, kita akan melihat keindahan ornamen dan desain dinding masjid yang masih mempertahankan ciri khasnya. Hampir sebagian besar ornamen dan sejumlah benda di sisi dalam masih asli sejak awal masjid diresmikan untuk umum pada tahun 1909.

4. Becak Motor Siantar
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Bagi orang yang mengenal Kota Pematangsiantar tentu tidaklah asing dengan becak Siantar. Memang tak lengkap rasanya ke Kota Pematang Siantar jika tidak berkeliling kota menumpang becak Siantar.

Becak ini menggunakan tenaga mesin motor buatan The Birmingham Small Arms Company (BSA). Perusahaan penyuplai persenjataan tentara Inggris selama Perang Crimean (1853- 1856). Periode setelah perang, BSA terus mengembangkan produknya dan menjadi pemasok kendaraan militer untuk tentara Inggris.

Nah, pada masa itu, mereka memproduksi 126.000 sepeda motor tipe M20 berkapasitas mesin 500 cc. Sepeda motor buatan tahun 1941 inilah yang ikut dibawa pasukan sekutu ke Pematang Siantar. Sepeda motor ini menjadi becak dan menjadi ikon Kota Pematangsiantar.

Namun kini keberadaan becak Siantar BSA sudah jarang ditemui. Dan yang didapati penggantinya motor-motor buatan Jepang produk terkini.Becak Siantar BSA ini menggunakan sepeda motor tipe M20 berkapasitas mesin 500 cc. Kalau anak sekarang biasa menyebutnya motor gede atau moge.

Pada era 1980 hingga 1990 becak Siantar BSA ini ada sekitar  2.000 unit. Namun kini tersisa hanya 200 unit saja. Merosotnya keberadaan becak Siantar BSA ini disebabkan banyaknya kolektor dari dalam dan luar negeri 'memburu' kendaraan tersebut. Sementara pemiliknya kehidupan ekonominya masih jauh dari sejahtera. Kini becak Siantar BSA banyak tergantikan dengan sepede motor produksi terkini.

5. Kantor Pos Medan
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Gedung Kantor Pos Medan di Jalan Pos No. 1 Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara ini menjadi titik nol kilometer Kota Medan. Gedung yang menghadap ke arah Inna Dharma Deli Hotel ini masih digunakan dan bentuk bangunan masih bertahan dari segi fungsi dan bentuk bangunan.

Sejarah keberadaaan gedung ini cukup panjang. Dibangun pada 1909 dan selesai pada tahun 1911 yang dirancang oleh arsitek Ir. Simon Snuyf dari Burgelijke Openbare Werken (BOW) atau Jawatan Pekerjaan Umum Pemerintah Hindia Belanda.

Gedung ini memiliki gaya arsitektur transisi, yang ditandai dengan adanya menara (tower) berbentuk segi enam di bagian depan, dan terdapat lengkungan yang dihiasi oleh sejumlah kaca patri untuk mempengaruhi kualitas pencahayaan di dalam gedung tersebut.

Selain itu, atap pada bangunan ini terdiri atas dua jenis, yaitu atap lokal dengan bentuk segi enam yang menyatu dengan tower dan dilengkapi dengan dormer, dan atap dengan jenis gevel pada atap yang menghadap ke sisi lain. Kedua jenis atap ini mengadopsi ciri arsitektural kolonial yang berakulturasi dengan unsur lokal.

Bangunan yang memiliki luas 1.200 meter persegi dengan lebar 20 meter dan panjang 60 meter serta tinggi mencapai 20 meter ini, telah ditetapkan sebagai sebagai bangunan cagar budaya (BCB) berdasarkan UU Cagar Budaya Nomor 10 Tahun 2010 dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 2 Tahun 2012.

6. Lapangan Merdeka
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Letak Lapangan Merdeka Medan berdekatan dengan Gedung Kantor Pos Medan.  Letaknya di area Kesawan, pusat Kota Medan. Secara administratif, lokasinya berada dalam Kecamatan Medan Petisah. Lapangan Merdeka dikelilingi berbagai bangunan bersejarah dari zaman kolonial Hindia Belanda, di antaranya Kantor Pos Medan, Hotel De Boer (Dharma Deli), Gedung Balai Kota Lama dan Gedung de Javasche bank  sekarang disebut Bank Indonesia. Di sekeliling lapangang ditanami pohon trembesi yang sudah ada sejak zaman Belanda.

Alun-alun ini direncanakan pembangunannya sejak 1872, sejalan dengan kepindahan Kesultanan Deli dan pusat administrasi bisnis 13 perusahaan perkebunan dari Labuhan Deli ke Medan. Lapangan ini aktif digunakan sejak 1880.

Pada zaman Belanda, namanya adalah de Esplanade. Berbagai peristiwa bersejarah berlangsung di Lapangan Merdeka, termasuk upacara penyambutan pilot pesawat yang mendarat pertama kali di Medan pada 22 November 1924.

Pada tahun 1942, nama Esplanade berubah menjadi Fukuraido yang juga bermakna "lapangan di tengah kota". Pada 9 Oktober 1945, nama Fukuraido berubah menjadi Lapangan Merdeka dan disahkan Wali Kota Medan, Luat Siregar.

Saat ini sebagian areal Lapangan Merdeka telah dialih fungsikan, di antaranya sisi barat yang telah menjadi pusat kuliner Merdeka Walk, sisi timur yang berubah menjadi areal parkir bagi Stasiun Medan, sisi selatan yang menjadi kantor polisi dan lapangan parkir motor bagi pengunjung pusat jajanan.

7. Menara Tirtanadi
7 Keunikan Ada di Provinsi Sumatera Utara
Menara Air Tirtanadi menjadi sebuah peninggalan sejarah yang ada di Medan. Letaknya berada di Jalan Sisingamangaraja No. 1, Medan. Dahulu, obyek wisata ini sempat menjadi ikon kota Medan. Kini, Menara Tirtanadi menjadi objek wisata dengan nilai sejarah yang dimiliki.

Bangunan ini didirikan pada tahun 1908, oleh pemerintah Belanda, sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Medan. Sebelumnya, Menara Tirtanadi berfungsi memenuhi kebutuhan air bersih hampir untuk seluruh masyarakat Medan.

Namun karena perkembangan yang begitu pesat, Menara Tirtanadi sudah tidak sanggup menyuplai kebutuhan air yang kian meluas. Kini hanya golongan menengah keatas saja yang diperkenankan memanfaatkan menara air tersebut sebagai sumber penghasil air untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat golongan menengah kebawah masih menggunakan sumur-sumur untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari.

Pembangunan menara ini juga tidak lepas dari pembangunan perusahaan air milik pemerintah kolonial Belanda, dengan nama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih, yang berpusat di Amsterdam, Belanda.

Saat ini  Menara Air Tirtanadi sudah menjadi sebuah objek wisata. Namun masih menjadi sebagai tempat penampungan air pula. Tak jarang pengunjung berdatangan untuk berfoto dengan bangunan setinggi 42 meter dan memiliki beban 330 ton tersebut. Sekarang ini kondisi menara air tersebut sebenarnya masih terawat dengan baik.

(*) Diolah dari berbagai sumber.



(vhs)

loading...